Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts

6.27.2008

Polusi tidak Selamanya Merugikan

Kita semua telah mendengar bahwa kadar karbon dioksida dan gas-gas rumah kaca di atmosfer terus - terusan meningkat. Gas-gas ini mengikat energi panas matahari dan meyebabkan suhu bumi bertambah. Tapi sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa macam polutan udara mengubah komposisi kimia awan sehingga awan-awan tersebut lebih banyak memantulkan sinar matahari ke angkasa daripada ke bumi. Fenomena ini dapat mengurangi efek pemanasan global yang disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Robert Charlson, seorang kimiwan atmosfer dari University of Washington, mengatakan bahwa aerosol (yang partikel-partikelnya begitu kecil sehingga terus-terusan bertahan dalam atmosfer) dari polusi industri mempengaruhi komposisi awan. Bekerja sama dengan para ilmuwan dari Consilio Nazionale delle Ricerche, dia menganalisa awan di atas Po River Valley, sebuah daerah industri di Italia Utara. Para peneliti mengambil sampel air dari banyak awan dan menguapkan air tersebut, sebagai upaya membalikkan proses terbentuknya awan.

Ketika Charlson dan rekan-rekannya menganalisa awan yang sudah diuapkan itu, mereka menemukan bahwa tekanan permukaan titik2 air berkurang sebanyak 30% dibandingkan nilai tekanan air pada umumnya. Tekanan permukaan adalah gaya yang menarik molekul air ke tengah, menjauhi permukaan. Dalam air, atom hidrogen bermuatan negatif dan atom oksigen bermuatan positif. Ini menyebabkan gaya tarik yang kuat antara hydrogen dan oksigen , yang menyebabkan molekul-molekul air lebih melekat dengan sesamanya daripada dengan molekul-molekul lainnya.

Pada saat molekul-molekul lain, seperti polutan udara, bercampur dengan air, mereka mengganggu beberapa ikatan hydrogen ini dan menyebabkan berkurangnya tekanan permukaan. Pada proses pembentukkan awan, tekanan permukaan yang relatif lebih kecil ini menyebakan lebih banyak titik air yang terbentuk, namun dalam ukuran yang lebih kecil. Para ilmuwan memperhitungkan bahwa berkurangnya 30% tekanan permukaan dapat memproduksi 20% titik air lebih banyak dan mengurangi besar titik air itu sebanyak 6%

Charlson membandingkan situasi ini dengan bercampurnya air dan gula dengan bercampurnya air dan deterjen. Apabila gula ditambahkan ke dalam sebuah botol air, tidak akan ada gelembung yang terbentuk, walaupun kita menambahkan gula dalam jumlah yang banyak dan mengocoknya. Tapi hanya dengan menambahkan beberapa tetes deterjen saja dapat membuat satu botol itu penuh dengan busa. Cobalah di rumah dan anda akan dapat melihat bagaimana cahaya berefleksi pada setiap busa. Beberapa polutan udara mempunyai sifat seperti gula, sementara yang lainnya bersikap seperti deterjen.

Menurut Charlson dan koleganya, bertambahnya jumlah titik-titik air di awan, dapat menyebabkan cahaya matahari 1% lebih banyak terpantul menjauhi bumi. Sangatlah penting untuk diingat bahwa aerosol, selain dapat mengurangi efek gas rumah kaca, dapat pula mengubah kimia dasar komposisi atmosfer. Misi NASA yang dijadwalkan untuk tahun 2003 akan mempelajari atmosfer secara detil dan diharapkan dapat memberi petunjuk mengenai bagaimana aerosol mempengaruhi perubahan iklim.

Read more...

6.19.2008

Ancaman Polutan dalam Ruangan

Kita umumnya berpikir otomotif dan industri adalah sumber utama dari polusi. Pakta Clean Air tahun 1970, direvisi tahun 1990, telah berhasil mengurangi beberapa emisi di ruang terbuka; namun ancaman polutan seseorang mungkin lebih besar berada di dalam ruangan dibandingkan di ruang terbuka.
Sebagai contoh, cat kuku melepaskan lebih banyak formaldehida / formalin (H2CO) dibandingkan dengan papan kayu yang umum digunakan di konstruksi bangunan di amerika. Formaldehida adalah sebuah senyawa organik yang volatil (SOV), dan umum digunakan sebagai pembersih lantai dan bahan pelapis.
Benzen (C6H6), sebuah SOV lainnya adalah bahan karsinogen. Seorang peneliti dari Environmental Protection Agency Amerika, Lance A. Wallace mengidentifikasi sumber dari semua emisi benzen dan membandingkannya dengan sumber-sumber benzen yang umumnya masyarakat hirup. Hasil yang ditunjukkan oleh grafik dibawah mengindikasikan bahwa 45% dari pendedahan masyarakat Amerika terhadap benzen berasal dari kegiatan merokok, baik aktif dan pasif. Namun asap tembakau hanya bernilai 0,1% dari emisi total. Selain itu, otomotif adalah penyumbang terbesar dari benzen yang berada di atmosfer (82%), namun benzen yang berasal dari sumber ini hanya 36% dari pendedahan seorang individu terhadap benzen di Amerika.
Dalam kata lain, jika semua emisi benzen dikurangi di atmosfer maka dampaknya terhadap pendedahan seseorang terhadap benzen jauh lebih kecil dibandingkan bila kita mengurangi kegiatan merokok. Jadi secara ironis, bila kita ingin menyelamatkan diri maka bukan asap kendaraan lah yang perlu kita kurangi, tetapi mengurangi dan menghilangkan kegiatan merokok.
Pendedahan terhadap bahan kimia toksik lainnya cenderung disebabkan produk-produk dalam ruangan. Sebagai contoh, penyemprot ruangan, obat nyamuk, dan karbol adalah sumber paradiklorobenzen (C6H4Cl2), yang digolongkan sebagai SOV dan karsinogen. Pendedahan terhadap pestisida lebih sering terjadi di dalam ruangan dibandingkan di ruang terbuka. Contoh lain SOV adalah tetrakloroetilen (C2Cl4), digunakan sebagai bahan pembersih dalam pencucian pakaian dengan metode dry-clean. Pemanggang dan alat dapur lain yang tidak diset dengan baik dapat melepaskan karbon monoksida di dalam rumah.
Divisi Seattle dari American Lung Asssociation mensponsori sebuah program bernama "Master Home Environmentalists", dimana sukarelawan terlatih menolong para warga untuk mengkontrol bahan kimia di dalam rumah. Program ini telah menolong para penderita asma untuk menghilangkan polutan dalam ruangan.
Salah satu penyumbang terbesar polutan dalam ruangan adalah pembersihan karpet, karena ini mengumpulkan beberapa senyawa kimia yang masuk ke dalam rumah. Seorang anak memiliki tingkat dedah terhadap kadmium, timbal, bifenil terpoliklorinasi dan logam lainnya berasal dari pembersihan karpet. Debu juga merupakan masalah kesehatan, terutama partikel-partikel dengan ukuran 10 mikron dan yang lebih kecil.
Banyak sumber polutan rumah tangga dapat dikontrol bahkan dihilangkan. Hal sederhana seperti menggunakan karpet di depan pintu dapat mengurangi senyawa-senyawa kimia berbahaya yang dapat masuk ke dalam rumah. Tips lainnya dalah hilangkan penyemprot ruangan dan sumber lain paradiklorobenzen. Jangan menyimpan bensin di ruangan bawah tanah. Gunakan penyedot debu yang baik untuk pembersihan karpet.

Read more...

6.10.2008

Mesin Perang Baru Qinetiq

Di abad teknologi tingkat tinggi ini, semua teknologi komunikasi, industri, transportasi, serta pertahanan berkembang dengan pesat. 5 Juni 2008, Qinetiq (pabrikan robot asal Inggris) melepas produk pertahanan terbarunya, Modular Advance Armed Robotic Systems (MAARS)
MAARS adalah robot perang yang berbentuk mirip tank namun berukuran lebih kecil dan dapat menempuh segala medan termasuk naik turun tangga. MAARS mempunyai 3 mode fitur yaitu mode tak mematikan untuk membubarkan kerumunan massa dengan cara mentransmisikan suara operator atau menembakkan sinar laser untuk menakuti massa.
Mode setengah mematikan digunakan hanya untuk sekedar melumpuhkan, seperti dengan gas air mata, peluru karet, ataupun asap. Sedangkan mode sangat mematikan memiliki specs pelontar granat 40mm dan senapan mesin kaliber 7,66mm.
MAARS sudah dilengkapi teknologi GPS sehingga meminimalisir friendly fire dan menaklukkan medan berlevel bahaya tinggi. MAARS juga sudah dapat dikendalikan oleh operator dalam radius 1 km.
Kekurangan yang masih dapat ditemukan yaitu masih cukup mudahnya MAARS untuk disabotase dan digunakan untuk kepentingan musuh

Photobucket

Read more...

  © Blogger template Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP