7.22.2008

Hukuman "Mati"

Akhir-akhir ini media massa santer memberitakan tentang eksekusi para terpidana mati di Indonesia. Mulai dari Koran, radio, TV dan internet memanaskan berita tentang eksekusi mati. Seberapa efektifkah eksekusi mati di Indonesia? Pertanyaan yang sering dikatakan anchor berita di TV.
Boleh dikatakan bahwa hukuman mati di Indonesia cenderung tidak efektif. Keefektifan suatu hukuman dapat dilihat dari efek jera yang dimunculkan suatu hukuman. Bukti kongkretnya adalah tidak berkurangnya angka dan kualitas kriminalitas di Indonesia. Rata-rata, pidana yang ”menghasilkan” suatu hukuman mati secara umum adalah narkoba dan pembenuhan berencana. Namun hukuman itu dianggap angin lalu saja sehingga calon penjahat tak takut untuk bertindak kriminal.
Eksekusi mati di Indonesia rata-rata dilakukan setelah 15 tahun setelah vonis dijatuhkan. Ini sungguh merugikan banyak pihak. Kerugian pertama, terpidana mati bisa bertemu dengan 3 atau lebih presiden sehingga bisa meminta grasi berulang-ulang kali. Sehingga caon kriminal tak takut untuk melakukan kejahatan. Kerugian selanjutnya adalah sudah hilangnya ingatan masyarakat tentang tindak kejahatan terpidana. Seperti baru-baru ini yaitu eksekusi sumiarsih dan sugeng, terpidana mati karena pembunuhan berencana satu keluarga yang baru dieksekusi setelah 20 tahun jatuhnya vonis.
Sehingga masyarakat sudah lupa tentang kekejaman yang telah di lakukan. 1988 ketika sumiarsih dan sugeng divonis, saya belum lahir sehingga saya tak tahu persis kekejaman yang telah mereka lakukan. Sehingga efek jera yang ditimbulkan pada masyarakat cenderung berkurang bahkan hilang sama sekali.
Selain itu mungkin menimbulkan efek yang kurang baik juga bagi terpidana, yaitu pelaksanaan dua kali hukuman. Hukuman yang pertama adalah 15-20 tahun penjara menunggu eksekusi mati dan hukuman kedua adalah hukuman mati itu sendiri.
Yah, kita berharap adanya pembenahan di seluruh dimensi masyarakat Indonesia dan tentu berkurangnya angka kriminalitas di Negeri tercinta ini. Amin.

Kita semua berharap.

1 Komentar:

firdaus.a July 28, 2008 at 6:22 PM  

Saya salut sama apip... Permasalahan bangsa ini lebar renge-nya.. mungkin memang harus dipikirkan bersama. Semoga cita-cita besar apip, suatu saat terwujudkan. Amin

  © Blogger template Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP