Showing posts with label Keislaman. Show all posts
Showing posts with label Keislaman. Show all posts

12.08.2008

Inikah Masjidil Aqsa yang anda kenal?

Inikah Masjidil Aqsa yang anda kenal? Jika anda menjawab "Ya!", maka anda perlu membaca postingan ini lebih jauh!
Yang anda lihat pada gambar di atas adalah Dome of the Rock. Nama lainnya adalah Quba as-Sakhrakh. Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid, sebaliknya, merupakan sebuah kompleks yang terdapatnya sebuah batu besar yang dikatakan tempat Nabi Muhammad saw berdiri ketika peristiwa Isra dan Mi'raj. Quba As-Sakhrah terletak di Baitulmuqaddis di kawasan Al Haram Al Sharif.
Quba As-Sakhrakh ini dibangun oleh khalifah terbesar Bani Umayyah, yaitu Abdul Malik bin Marwan
Quba As-Sakhrah bukanlah Masjid Al-Aqsa karena Masjid Al-Aqsa terletak tidak jauh daripada bangunan ini. Ini perbandingan letak keduanya!Quba Al-Sakhrah seringkali disalahartikan sebagai Masjid Omar yang merupakan tempat Sayyidina Umar Al-Khatab bershalat ketika tiba di Baitulmuqaddis.
Sedangkan gambar dari Masjidil Aqsa adalah ini!
Inilah Masjidil Aqsa yang sesungguhnya! Masjid di mana Nabi Muhammad melakukan shalat sunnah ketika akan melakukan Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Masjid yang pernah menjadi kiblat shalat umat Islam. Dan masjid yang pernah menjadi tempat shalat Amirul Mukminin Umar bin Khattab ketika membuka Palestina.
Tujuan utama dari posting ini adalah, hendaknya kita tahu mana Masjidil Aqsa yang asli. Israel sengaja menampilkan opini publik bahwa Masjidil Aqsa adalah Dome of the Rock. Sehingga kita menganggap bahwa Dome of the Rock adalah Masjidil Aqsa. Itu tentu akan memudahkan langkah Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsa karena mengendurnya tekanan akibat pemberitaan itu.
SAVE PALESTINA

Read more...

9.20.2008

Dibanding Iblis

Sudah jamak diketahui cerita tentang iblis zaman dahulu. Ketika Adam diciptakan oleh Allah swt dari segumpal tanah, Allah lalu memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepada Adam. Semua malaikat bersujud kecuali iblis karena sombong dan takabur, sombong karena iblis diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah.
Semenjak itu, iblis dilaknat oleh Allah dan dijanjikan masuk neraka di akhirat nanti “hanya” karena melanggar 1 saja perintah Allah. Perintah itu adalah bersujud hormat kepada Adam. Peristiwa itulah yang mengawali ketakaburan iblis dan memunculkan suatu benih permusuhan antara Iblis dan anak-anak Adam.
Marilah kita lihat diri kita sendiri. Sudahkah kita menjalankan perintah Allah dengan sepenuh hati? Sudahkah kita meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh Allah? Cukup kita sendiri saja yang menjawabnya.
Suatu apabila kita tak menjalankan perbuatan yang sesuai digariskan oleh Allah swt, tentu kita akan lebih celaka daripada Iblis. Jika kita meninggalkan shalat, padahal dalam Al-Qur’an ada puluhan ayat tentang perintah shalat, tentu celaka kita berpuluh kali lipat daripada iblis. Iblis hanya melanggar 1 perintah Allah sedangkan kita sendiri, berapa puluh ayat dan perintah Allah yang kita dustakan? Jika dengan analogi demikian, kita tentu jauh lebih celaka daripada iblis.
Oleh sebab itu, cukup satu solusi. Yaitu masuk Islam secara kaffah (menyeluruh). Kita tidak bisa memilih Islam dalam satu aspek namun meninggalkan satu bagian yang lain. Islam adalah imparsial dan global, sehingga harus dipahami secara sempurna hingga dapat menjadi acuan dalam hidup kita?
Jika belum tahu ajaran Islam secara menyeluruh? Datangi majlis ilmu, internet, buku, teman yang taat memegang Islam, dll. Insya Allah kita menjadi hamba yang dapat memegang Islam dalam hidup. Amin.

Read more...

8.29.2008

Okelah juga....

Sebenarnya aku sudah agak jengah dan judeg pula selalu mendengar dan membahas masalah ini. Masalah yang klise dan sebenarnya ada yang lebih urgen. Yaitu masalah tentang suatu hadist Rasulullah saw yang mengatakan pada akhir zaman umat Islam akan terpecah menjadi beberapa golongan. Golongan yang selamat di akhir zaman yaitu adalah As-sunnah dan Al-Jamaah.
Yang menjadi dipermasalahkan adalah ketika suatu "golongan" merasa bahwa golongannya itulah termasuk golongan yang benar. Dan 73 golongan itu pastilah akan merasa yang paling benar sendiri.
Okelah saya telat bikin post dan bisa disebut mengutip Faqih. Sunniy adalah manhaj dimana seseorang mencintai dan menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah. Salafy adalah ketika kita mengikuti dan meneladani umat-umat shalih (shahabat, tabi'in) yang terdahulu. Disebut jamaah ketika kita menjalankan Islam dan menegakkan kalimah Allah secara bersama-sama. Disebut ikhwaniy ketika kita membangun Islam di atas dasar persaudaraan sesama muslim.

Sepantasnyalah setiap muslim menjadi seorang Sunniy yang menegakkan sunnah Rasulullah. Seharusnyalah tiap muslim menjadi Salafy yang meneladani umat shalih terdahulu. Juga setiap muslim harus menegakkan kalimat Allah dalam suatu Jama'ah dan Ikhwaniy.

Okelah kita di Indonesia mengaku sebagai orang Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir, Salafy, Tarbiyah, dll. Tapi yang paling utama kita tak bisa meninggalkan aturan-aturan seperti Sunniy, Salafy, dll.
Bolehlah kita mengaku sebagai orang Nahdhatul Ulama. Namun di sisi lain kita harus juga mengaku sebagai Muhammadiyah (pengikut Muhammad saw) karena kita adalah umat Muhammad saw. Juga ketika kita mengaku sebagai orang Salafy, seharusnyalah kita juga mengaku sebagai orang Jama'ah karena kita menegakkan Islam secara bersama-sama.
Jika seumpama kita tak mengikuti manhaj atau aturan seperti contoh diatas, kemana kita akan berpegang pada agama Allah?

Jika kita mengaku bukan sebagai Sunniy, sunnah siapa yang akan kita anut?

Jika kita mengaku bukan sebagai Salafy yang meneladani umat terdahulu, lalu umat mana yang akan kita teladani?

kita mengaku bukan sebagai Tablighy, lalu apakah kita puas bahwa Islam dimiliki oleh kita tanpa menyebarkan pada orang lain?

Bila kita mengaku bukan sebagai orang Jamaah, apakah kita mampu menegakkan syari'at Allah seorang diri?

Bila kita mengaku bukan Ikhwaniy, siapa saudara-saudara yang akan membantumu menegakkan Islam?

Read more...

8.18.2008

Marhaban Yaa Ramadhan


Di tengah hiruk pikuknya Olimpiade Beijing 2008 dan kemeriahan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63, apakah kita masih sempat memikirkan datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah? Sudahkah kita bersiap bertemu dengan tamu agung yang sebenarnya senantiasa kita nanti-nantikan?
Suatu pertanyaan yang cukup nylekit bagi kita yang menganggap biasa saja terhadap datangnya bulan Ramadhan ini. Dimana kita anggap Ramadhan as commonly month. Sehingga datangnya kita anggap angin lalu saja, bahkan kepergian Ramadhan diibaratkan bagai debu dihapus hujan.
Orang yang sudah menyiapkan segala sesuatunya tentang Ramadhan pastinya akan merasa siap dalam menghadapi dan menjalani indahnya Ramadhan. Pertanyaan selanjutnya, sudah berapa lama kita menyiapkan datangnya Ramadhan?
Sebenarnya, sudah terlambat untuk menyiapkan Ramadhan ketika membaca postingan ini. Untuk menyiapkan amal perbuatan kita di bulan Ramadhan, kita seharusnyalah menyiapkannya semenjak 2 bulan yang lalu atau tepatnya bulan Rajab.
Dua bulan sebelum Ramadhan adalah Rajab dan Sya’ban. Dalam mempersiapkannya, dapat kita analogikan seperti kita menanam benih di bulan Rajab. Di bulan Rajab ini seharusnya kita mulai amal ibadah kita dan mulai memilih “bibit unggul” ibadah kita.
Dan di bulan Sya’ban hendaknya kita menyirami dan merawat benih yang kita tanam di bulan Rajab tersebut. Dengan begitu kita menjaga keajegan dan kekhusyuan ibadah kita serta mulai meninggalkan perbuatan sia-sia yang kita lakukan selama ini.
Barulah pada bulan Ramadhan ini kita akan memanen hasil yang telah kita tanam dan kita rawat. Sehingga di bulan Ramadhan ini kita tak perlu menanam dan merawat amal-amal kita. Sehingga dengan mempersiapkan Ramadhan dua bulan sebelumnya, diharapkan tidak muncul amal-amal karbitan di bulan Ramadhan.
Selain itu, hendaknya kita “melunasi” hutang puasa yang ada sebelum datangnya Ramadhan. Sehingga kewajiban puasa kita dapat terlunasi dan bukan menjadi suatu tanggungan dosa. Dianjurkan pula untuk membangun silaturrahim kepada khususnya saudara-saudara terdekat kita dan meminta maaf kepada saudara yang mungkin pernah kita sakiti.
Manfaat dari mempersiapkan Ramadhan sejak dulu adalah kita sudah dapat terbiasa melakukan ibadah di bulan Ramadhan. Dan manfaat lainnya juga menghindari suatu amal yang setengah matang karena kita lakukan dengan persiapan seadanya di bulan Ramadhan.
Memang sudah terlambat untuk mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan sekarang, tapi ayolah kita mulai persiapkan sekarangan daripada tidak sama sekali. Posting ini hanya untuk mengingatkan saja, sehingga kita tahun depan (semoga Allah masih menyampaikan kta di bulan Ramadhan) kita dapat mempersiapkan datangnya Ramadhan dengan persiapan yang lebih matang sehingga kita dapat memanen di bulan Ramadhan dengan tujuan la’allakum tattaquun (menjadi orang yang bertaqwa).
Amin….

Read more...

8.03.2008

Tujuan Hidup Seorang Muslim

Suatu hari salah seorang rekan kita bertanya, “apa tujuan hidupmu?”. Pertanyaan yang terdengar klise dan mudah sekaligus sulit untuk dijawab. Ya! Sangat sulit dijawab karena dianggap sebuah ancaman oleh orang yang tak memaknai hidup, namun bagaikan pancaran energi bagi orang yang memahami esensi kehidupan ini. Hidup tanpa tujuan ibarat kata tanpa huruf, tata surya tanpa bintang dan dunia tanpa kutub.
Apapun tujuan hidup kita, itu akan mewarnai hari-hari kita dan menentukan langkah kita kedepannya. Baik atau buruk tujuan hidup orang tersebut, tujuan hidup akan memberikan kesan yang mendalam dalam melakukan perbuatan sehari-hari.
Kita kembali ke pertanyaan di atas. Pertanyaan itu terjawab tergantung oleh seberapa dalam orang itu meresapi arti kehidupan. Penetapan tujuan hidup merupakan bagian yang terpenting dan usaha merealisasikan tujuan hidup merupakan seni tersendiri.
Seperti kisah ini yang kualami beberapa waktu yang lalu. Saat itu, aku sepulang sekolah mendapat sedikit musibah yaitu ban sepeda motor saya bocor. Di siang hari yang terik itu aku terpaksa menuntun sepeda motorku

Read more...

7.31.2008

Agar Tak Mudah Putus Asa

Putus asa? mungkin perlu penyegaran kembali pikiran-pikiran kita yang sudah jenuh. sudah melihat artikel ini Putus asa akan menghampiri kita saat kita menempuh perjalanan yang panjang atau mendapatkan kegagalan dari perjalanan-perjalan yang kita tempuh. Bagaimana agar kita tidak putus asa?

Mari kita ibaratkan perjalanan panjang seperti lari marathon. Anda pernah marathon? Yang kita rasakan pada saat kita sedang berlari dalam jarak yang jauh ialah keinginan segera berhenti, minum, dan beristirahat. Lalu mengapa tidak berhenti? Jika Anda berlari atas inisiatif sendiri, kemungkinan Anda berhenti akan lebih besar ketimbang seorang atlit yang sedang berlomba. Mengapa? Karena imbalan yang akan didapat lebih menarik dan lebih jelas. Kalau dia tidak sampai, bukan hanya tidak akan mendapatkan juara, tetapi juga malu. Jadi agar Anda tidak putus asa, maka Anda harus memiliki tujuan yang sangat menggairahkan Anda dan jelas.

Mungkin saja, saat kita berlari, kita tidak ingin untuk berhenti. Tetapi akhirnya berhenti juga karena kita sangat kelelahan. Dengan kata lain energi kita sudah terkuras habis. Seorang atlit tidak akan mudah kelelahan karena >dia memiliki energi yang cukup. Energi yang tentu saja didapat dari latihan yang cukup dan makanan yang dikonsumsinya. Begitu juga jika kita tidak ingin cepat putus asa maka kita harus memiliki energi yang cukup. Baik energi dalam arti sebenarnya, maupun energi dalam arti motivasi.

Gagal lagi, gagal lagi, dan gagal lagi. Hal seperti ini pun akan memungkinkan kita putus asa. Anda telah mencoba, Anda telah bersabar, dan Anda telah berusaha, namun kegagalan dan kegagalan yang menemui Anda. Keadaan seperti ini bisa diibaratkan seperti sesorang yang sedang mencari suatu tempat tetapi tidak mengetahui harus lewat mana.

Jika jalan yang Anda ketahui sedikit, maka Anda akan cepat berhenti karena tidak ada jalan lagi yang bisa ditempuh. Tetapi jika Anda mengetahui banyak jalan, maka Anda mencoba jalan yang lainnya sampai menemukan jalan yang benar. Semakin banyak jalan yang Anda ketahui dan energi Anda masih cukup maka kemungkin untuk bergerak terus masih sangat memungkinkan.

Jalan yang dimaksud disini adalah ide. Saat Anda gagal dengan satu ide, maka Anda bisa mencoba ide yang lain. Ide tersebut bisa Anda dapatkan baik dari ide sendiri maupun ide dari orang lain. Agar bisa menghasilkan ide sendiri maka diperlukan kreativitas. Sementara untuk mengetahui ide dari orang lain, maka yang diperlukan adalah menuntut ilmu.

Read more...

7.30.2008

Agar kesuksesan itu tak Menipu

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi ini dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan agar kamu jangan terlalu gembira dengan apa yang Dia berikan kepada kamu dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)

Kehidupan dunia bersifat fana. Sementara. Persis seperti kuncup bunga yang mekar dan wangi. Setelah itu jatuh gugur dan mengering disapu angin lalu. Tak beda dengan embun pagi. Kala mentari mulai meninggi, embun menguap tanpa meninggalkan jejak yang berarti.

Begitulah hakikat dunia. Karenanya segala kesenangan yang kita kecap adalah sementara. Kesusahan yang membelit pun fana. Keyakinan seperti ini adalah vitamin bagi jiwa kita untuk bisa membangun kekuatan tawazun (keseimbangan). Jiwa kita tak akan dipenuhi kesombongan dan over rasa bangga kala meraih kesuksesan dan mengecap kesenangan. Hati kita pun tidak merasa sempit, putus asa, apalagi rapuh tatkala dirundung musibah dan kegagalan.

Sikap tawazun akan terasa lezat kita kecap manakala jiwa kita melepas rasa belenggu kesusahan dan kebingungan dengan berupaya meminta bantuan kepada Allah Yang Mahakuat dan Mahakaya. Bersamaan dengan itu, kita tapaki jejak-jejak amal usaha yang bisa menjadi sebab ikhtiar kita untuk keluar belenggu dari kesusahan. Setelah itu, kita ridha dengan apa hasilnya dan pasrah pada ketentuan Allah swt. yang Mahatahu dengan maksud kehendak-Nya atas diri kita.

Sebagai mukmin sejati, kita berhajat betul pada cara pandang seperti itu agar hidup kita bisa lurus. Agar benar-benar mengurat-akar dalam jiwa, kita butuh contoh. Dan cukuplah bagi kita kisah ketawazunan para nabi dan orang-orang shalih terdahulu. Itulah cermin bagi langkah-langkah kita menapaki kefanaan ini.

Sejarah orang-orang shalih mengajarkan kepada kita bahwa setiap keberhasilan di dunia nilainya terletak pada tujuan kita. Pada niat untuk apa sesuatu itu kita capai. Bila kesuksesan yang kita rengkuh itu bertujuan untuk kebaikan diri kita dan umat manusia, maka kesuksesan itu kebaikan dan keberkahan bagi kita. Namun bila kesuksesan itu tidak kita kaitkan dengan akhirat melalui niat ikhlas, maka kesuksesan itu adalah sementara. Kesuksesan yang menipu.

Sebaliknya, jika kita gagal, kita perlu mencari tahu sebab-sebabnya. Dan kita yakin betul bahwa kegagalan yang tidak mengakibatkan kemunduran diri kita dari hal-hal yang bersifat ukhrawi adalah bukan kegagalan yang hakiki. Karena kesuksesan yang hakiki adalah kesuksesan yang berkenaan dengan kehidupan akhirat. Camkan ayat berikut ini.

“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka sesungguhnya ia beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali Imran: 185)

Sungguh apa yang tersedia dalam kehidupan dunia ini jauh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan apa yang dicita-citakan dan diangankan manusia. Karena itu, beruntunglah orang yang selalu menghubungkan apa-apa yang diperolehnya di dunia di sepanjang hidupnya dengan akhirat yang sangat luas dan kekal.

Jangan biarkan diri kita menyerah dengan kondisi kekinian, baik berupa kesenangan maupun kesusahan. Kita harus selalu mengarahkan pandangan pada akibat, dengan itu kita akan keluar dari kungkungan kekinian menuju ke masa depan yang luas

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)

Read more...

6.17.2008

“Kuharap Engkau Mati Saja”

Candy, gadis berumur empat tahun hari ini sungguh sedih, sapi milik pamannya jatuh sakit. Padahal dia sangat menyayangi sapi itu. Berasal dari keluarga kurang mampu, dia tak mampu membawa sapinya ke dokter. Dengan alasan itu, Candy memilih membawanya ke ruhaniawan setempat. Ruhaniawan itu terkenal makbul dan manjur doanya.
Berpuluh orang yang dia doakan pastilah sembuh. Sore itu ketika Candy datang, ruhaniawan itu sudah letih setelah seharian melayani umatnya. Melihat anak kecil ingusan sehat-sehat saja, setelah letih seharian ditambah dengan sapi kurus yang minta didoakan untuk nya, ruhaniawan itu dengan jengkel dan mendoakan sapi itu skenanya, “Jika engkau ingin sembuh, sembuhlah. Jika engkau ingin mati, matilah karena lebih baik karena tak merepotkan oranglain!”.
Empat bulan kemudian ruhaniawan itu sakit cacar. Malangnya, tak ada orang yang mau menjenguk karena mungkin takut tertular cacarnya. Candy yang merasa berhutang budi menjenguk ruhaniawan itu dan berdoa penuh keikhlasan: “Jika engkau ingin sembuh, sembuhlah. Jika engkau ingin mati, matilah karena lebih baik karena tak merepotkan oranglain!”. Selesai berdoa, ruhaniawan itu mati dalam tenang dan damai.

Read more...

6.16.2008

FATWA MUI TENTANG HUKUM MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK MUSLIM DI SEKOLAH-SEKOLAH KRISTEN

Bahwa surat Kongregasi Pendidikan Katolik tentang sekolah Katolik No. 35, 45 dan 49 sebagaimana dimuat di majalah “HIDUP” No. 43 th.XLIV Tgl 28 Oktober 1990 telah menegaskan tentang tugas khusus sekolah katolik yaitu: “MEMBENTUK MURID-MURIDNYA MENJADI KRISTEN SEUTUHNYA”, dengan tidak menghormati keyakinan agama peserta didik yang telah menganut agama lain. Bahwa Surat Kongregasi Pendidikan Katolik tersebut diatas telah menjadikan sekolah-sekolah Kristen/Katolik di Indonesia sebagai pelaksana tugas khusus termasuk yang dengan itu ia merupakan GERAKAN PEMURTADAN, terhadap ANAK-ANAK MUSLIM yang bersekolah disekolah-sekolah Kristen/katolik. Dan dalam hal ini jelas-jelas merupakan PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG NO.2 TAHUN 1989, TENTANG PENDIDIKAN NASIONAL, PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945.. Bahwa untuk menjawab pertanyaan Ummat Islam mengenai HUKUM MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK MUSLIM DI SEKOLAH-SEKOLAH KRISTEN/KATOLIK, majelis Fatwa Badan Kerja Sama Pondok Pesantren (BKSPP) INDONESIA berkewajiban mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut. berdasarkan dalil-dalil dalam :
A. Al-Qur’anul Kariem :
1. Surat At-Tahriem ayat. 6.
” Hai orang-oranng yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”
2. Surat Al-Mumtahanah ayat 9
” Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negrimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang zhalim “.
3. Surat Al-Baqarah ayat. 120.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang dan rela kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka “.
4. Surat Ali Imron ayat.100.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman “.
B. Hadist-hadist.
1. “Sebagian hak orang tua (ayah) terhadap anaknya adalah mendidik/menanamkan budi pekerti yang luhur dan memberikan nama yang baik”. (H.R. Al-Baihaqi).
2. “Tiada pemberian yyang utama dari seorang ayah kepada anaknya dari pada pemberian adab/pendidikan yang baik”. (H.R At-Tirmidzi dari Ayyub bin Musa).
3. “Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan suci (fitrah), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikanya yahudi atau nasrani atau Majusi “. (H.R. Muslim).
C. Kaidah Ushul Fiqh.
“Menolak sesuatu yang merusak (membahayakan) harus didahulukan dari pada mengambil kemaslahatan”.
Tidak dapat dibenarkan adanya penyelenggaraan pendidikan agama, jika pendidikan agama yang diterima oleh peserta didik berbeda dengan agama yang dianutnya, atau guru yang mengajarkan menganut agama lain, sebagaimana ditegaskan dalam :
A. PENJELASAN PASAL 28 AYAT 2 UU NO.2 TAHUN1989.
“Tenaga pengajar pendidikan agama harus beragama sesuai dengan agama yang diajarkan dan agama peserta didik yang bersangkutan”.
B. PENJELASAN PASAL 39 UU NO.2. TAHUN 1989.
“Pendidikan agama merupakan usaha untuk memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain, dalam hubungan antar ummat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan Nasional “.
Dengan bertawakkal kepada Allah SWT, maka majelis fatwa BKSPP Indonesia dalam sidangnya tanggal 4 Sya’ban 1414 H/16 januari 1994 M memutuskan :
“HARAM HUKUMYA MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK MUSLIM DI SEKOLAH-SEKOLAH KRISTEN/KATOLIK TERSEBUT “
Ditetapkan di : Bekasi.

Read more...

5.31.2008

Allahu Ma'iy

Suatu ketika, datang seseorang kepada Nabi Ibrahim as. Orang itu bermaksud untuk meminta keringanan kepada Nabi Ibrahim dikarenakan dia menganggap syariat Allah terlalu berat. Maka oleh Ibrahim dijawab, "Boleh kau bermaksiat pada Allah, namun jangan sampai Allah mengetahuimu" Ucapan yang singkat namun jarang kita sadari. Kita berani bermaksiat di depan Allah dan ini hal yang terbodoh yang selalu kita lakukan. Allah tahu semua kehendak kita. Ini dikarenakan Allah Maha Melihat Segala Sesuatu.

Bayangkan saja kita bermabukan di depan rumah dinas walikota dan bayangkan rasa malu kita yang bisa muncul. Tapi mengapa dengan Allah, Tuhan dan Raja dari segala raja ini disepelekan? mengapa kita tak malu berzina di depan singgasana Allah? Dan kita menyembunyikan niat riya shalat kita di depan Arsy Allah?

Pikirkanlah saudaraku...............Allahu Ma'iy(Allah bersama kita)

Read more...

5.30.2008

Musuh yang Berenang di Air Tenang

Seorang mukmin hidupnya kadang mirip peladang. Tak pernah lelah membuka lahan, menanam benih, merawat, menjaga, dan akhirnya menikmati indahnya tanaman yang mulai berbuah. Tapi, jangan pernah menanggalkan parang. Karena dalam kebun juga ada ular, babi hutan, dan anjing liar.
Keimanan merupakan anugerah Allah yang begitu mahal. Hidup yang keras bisa terlalui dengan tenang, nyaman, dan penuh harapan. Sesulit apa pun kehidupan seorang mukmin, ia tetap punya harapan hari esok yang sangat membahagiakan.
Namun, bukanlah iman yang tanpa ujian. Iman bukan sebuah jaminan kalau seorang anak manusia bisa hidup tanpa gangguan. Bukan seperti tiket busway yang bisa memberi jaminan bebas macet di saat padatnya lalu lintas kota. Justru, kian melekat nilai keimanan pada diri seseorang, semakin banyak cobaan dan gangguan.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui orang-orang yang benar dan yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)
Seorang mukmin mungkin bisa tahan dengan duri-duri jalan hidup. Sabar dan terus istiqamah. Tapi, akan beda jika tusukan tidak lagi sekecil duri. Melainkan, sudah berbentuk belati dan pedang.
Ujian ternyata tidak cuma berhenti pada konflik internal diri. Tidak berhenti pada berkecamuknya perang antara tuntutan naluri insani dengan pagar keimanan. Lebih dari itu. Ada musuh-musuh yang senantiasa mengintai. Siang dan malam. Di saat damai, apalagi perang.
Maha Benar Allah dalam firman-Nya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al-An’am: 112)
Setidaknya, ada tiga kelompok musuh yang kerap mengganggu keteguhan seorang yang beriman. Pertama, musuh bebuyutan Islam. Dikatakan bebuyutan karena permusuhan ini turun temurun. Terwarisi dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan pernah senang hingga orang-orang beriman pindah keyakinan.
Tergolong dalam kelompok ini adalah Yahudi dan Nasrani. Permusuhannya bersifat laten dan abadi. Itulah firman Allah swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 120. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.“
Ada dengki abadi yang sulit disembuhkan. Ada semacam gugatan kepada Allah yang dilampiaskan ke umat Islam. Mereka menggugat, kenapa kenabian terakhir jatuh ke orang Arab. Bukan Bani Israil seperti yang selama ini berlangsung. “Sebagian Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.…” (Al-Baqarah: 109)
Segala hal mereka lakukan. Mulai dari yang terlihat damai, hingga langsung berupa peperangan. Para pemikir sesat, dari yang berjenis Salman Rusdi hingga yang shalat dua bahasa, selalu terkait dengan sepak terjang Yahudi dan Nasrani beserta jaringannya. Semua itu punya sasaran tembak khusus. Apalagi kalau bukan menggoyahkan keimanan umat Islam.
Kelompok musuh kedua adalah mereka yang punya kepentingan. Kelompok ini agak lebih unik. Mereka heterogen. Bisa datang dari mana pun. Tidak terang-terangan dan konsisten memusuhi umat Islam. Tidak juga turun temurun seperti permusuhan Yahudi dan Nasrani. Tapi, lebih karena perbedaan kepentingan.
Biasanya, yang masuk dalam kelompok ini adalah para pelaku maksiat: koruptor, pezina, dukun, dan mereka yang tak punya agama. Masuk juga mereka yang mengambil untung dari bisnis maksiat.
Hal itulah yang pernah dialami kaum Nabi Luth. Mereka mengusir dan memusuhi Luth dan pengikutnya bukan karena soal keyakinan. Melainkan, soal kepentingan. “Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (Al-A’raf: 82)
Jadi, jangan pernah menganggap kalau ingin hidup bersih tidak mengundang musuh. Terlebih jika bersih dalam cakupan besar: masyarakat dan negara. Tentu ini akan mengancam kepentingan kekuatan kotor di lingkungan yang sama. Dan tak ada langkah lain buat mereka kecuali memusuhi.
Andai umat Islam seperti peladang. Tentu, indahnya suasana damai tidak lantas memutus urat kewaspadaan. Itulah mungkin, kenapa para peladang tidak akan menanggalkan parang.

Read more...

5.24.2008

Capres AS dan Agama

Bagi banyak kalangan mendengar nama negara super power, Amerika, akan terlintas di benak mereka sebuah negara yang tidak peduli dengan agama. Konsep sekularisme Amerika seringkali memang disalah pahami bahwa Amerika adalah negara yang tidak peduli agama dan bahkan dianggap tidak beragama. Mungkin lebih dari itu, seringkali dianggap sebagai negara yang anti agama. Pandangan ini adalah keliru. Ternyata Amerika adalah negara yang mendudukkan agama dalam banyak hal sebagai sesuatu yang menentukan. Mungkin kenyataan ini akan semakin jelas di saat kita memperhatikan grasak-grusuk politik para calon presiden AS, yang saat ini sedang mempersiapkan diri memasuki babak penyisihan dari masing-masing partai Republikan dan Demokrat.
Menurut data polling atau survey yang dilakukan oleh berbagai pihak ternyata sikap dalam berbagai isu yang terkait dengan agama cukup menentukan naik atau turunnya rating dari seorang calon Presiden AS, khususnya di kalangan capres dari partai Republikan.Awalnya Mitt Romney dan Guliani, mantan Walikota New York, menduduki urutan tertinggi di kalangan capres partai Republikan. Namun setelah isu agama dan hal-hal terkait diangkat ke permukaan, kedunya terpental di bawah Huckabee, seorang mantan pastor dari sekte Methodist.
Mitt Romney adalah pengikut sekte Mormon yang dianggap oleh sebagian besar pengikut kristiani sebagai sekte yang keluar dari agama Kristen. Salah satu ajaran Mormon yang tidak popular adalah membolehkan pengikutnya untuk berpoligami. Baru-baru ini Huckabee menyerang Romney dengan mengatakan bahwa dalam lemahamannya, sekte Mormon itu menyamakan Tuhan dengan Setan. Pernyataan ini kemudian diralat dan mengharuskan dirinya meminta maaf kepada Mitt Romney.
Sementara itu, Guilani memang dikenal seorang Republikan yang liberal. Kalau capres Republikan pada tidak setuju dengan aborsi, justeru Guilani mengatakan bahwa itu adalah pilihan individu dan bukan tugasnya untuk mengeluarkan regulasi. Adalah tugas para negara bagian untuk mengeluarkan regulasinya masing-masing mengenainya (aborsi), menurutnya.
Ada beberapa isu sensitive dalam kaitannya dengan agama dalam perdebatan para capres AS saat ini. Selain isu aborsi, juga mengenai perkawinan sejenis (homoseksual/lesbianisme) dan teori evolusi. Sebagian besar capres partai Republican menentang aborsi, evolusi dan perkawinan sejenis, kecuali mantan Walikota New York Guilani yang mencoba mencari jalan tengah. Sementara itu, para calon president dari kalangan partai Demokrat juga saling menjatuhkan atas nama agama. Mungkin yang paling sering disudutkan dengan serangan keagamaan adalah Barack Obama, seorang politisi dan senator muda tapi sangat popular dan mengagumkan dari negara bagian Illinois.
Calon presiden dari partai Demokrat yang juga isteri mantan presiden Bill Clinton, Hilary Clinton, dalam beberapa pernyataannya menyerang Obama sebagai alumni madrasah Indonesia. Bahkan dalam beberapa pernyataan kampanyenya selalu mempertanyakan apakah Obama itu seorang Kristen atau seorang Muslim, seraya mempopulerkan nama tengah (middle name)nya Hussein. Serangan Hillary kepada Obama ini sangat serius, khususnya jika dikaitkan dengan kejadian-kejadian terakhir setelah 11 September 2001. Kata Muslim atau Islam memang masih sangat sensitif dan kemungkinan meracuni popularitas Obama di mata masyarakat Amerika. Apalagi, jika dikatkan dengan madrasah yang memang secara publik dikenal di Amerika sebagai pusat pengkaderan teroris, atau minimal dikenal sebagai pabrik Muslim radikal.
Isu Agama dan Kampanye
Isu agama dalam kampanye capres Amerika bukan hal baru. Sejak dulu isu agama menjadi salah satu isu sentral dalam kampanye para capres yang berlaga memperebutkan Rumah Putih (White House). Jimmy Carter misalnya, bahkan ketika itu harus memberikan pidato khusus menjelaskan keyakinannya lepada publik.
Baru-baru ini hal yang sama juga dilakukan oleh Mitt Romney yang beragama Mormon. Kita ambil sebagai contoh dua kali pemilu terakhir di Amerika Serikat. Pertama adalah petarungan antara capres George W. Bush dan Al Gore ketika itu.
Ada selentingan isu yang mengatakan bahwa kegagalan Al Gore merebut suara mayoritas di tahun 2003 itu, bukan karena Bush dianggap lebih popular dan mampu untuk menjadi presiden AS, melainkan karena Al Gore menggandeng Senator Liberman, Senator senior dari Connecticut, sebagai cawapressnya. Menurut analisa tersebut, Liberman yang beragama Yahudi itu belum layak jual karena agamanya.
Bahkan saya pribadi mengingat bahwa block voting masyarakat Muslim di Amerika Serikat yang diberikan kepada Bush ketika itu karena alasan tersebut di atas. Di mana wakil dari capres Al Gore adalah Yahudi dan dikhawatirkan bahwa sokongan Amerika kepada Israel akan semakin menjadi-jadi karenanya. Oleh karenanya hampir seluruh pilihan masyarakat Muslim ketika itu diberikan kepada pasangan Bush-Cheney di tahun 2000 itu. Kedua, pertarungan antara Bush-Kerry di pemilu tahun 2004 juga banyak dipengaruhi oleh faktor sikap mereka dalam isu-isu keagamaan. Sebenarnya, penilaian (rating) masyarakat kepada Bush ketika itu sangat rendah karena perang Irak yang banyak disadari sebagai kegagalan. Tapi Presiden Bush ketika itu dianggap sebagai seorang yang religius dan tegas dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan keagamaan, seperti cloning, aborsi, evolusi, perkawinan sejenis, dll. Sehingga dampaknya masyarakat Amerika masih melihatnya sebagai calon yang layak pilih ketimbang Senator Kerry. Pemilu 2008 nampaknya tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya.
Partai Demokrat yang selama ini acuh tak acuh dengan isu-isu keagamaan justeru juga tenggelam di dalamnya. Apalagi isu 11 September dan perang terhadap terror, semua ini menjadikan isu agama menjadi salah satu isu dominan dalam kampanye calon presiden Amerika Serikat ke depan. Organisasi-organisasi keagamaan juga sibuk dalam dukung mendukung masing-masing calon.
Kelompok Kristen radikal, Evangelist, telah memberikan dukungannya secara terbuka kepada mantan Walikota New York, Guilani. Banyak pihak yang terkejut dari dukungan ini, mengingat posisi Guilani yang cenderung tidak tegas dalam isu-isu yang sepenuhnya didukung oleh kaum evangelist, seperti perkawinan sejenis, evolusi, aborsi, dll. Tapi banyak kalangan memperkirakan bahwa dukungan itu diberikan karena jejak langkah Guilani yang tegas dalam memerangi terorisme, dan juga dukungannya sebagai Walikota kepada Israel tidak diragukan.
Yang pasti, semua calon presiden Amerika Serikat, baik dari kalangan partai Republikan maupun Demokrat memiliki banyak perbedaan-perbedaan dalam melihat banyak hal, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan agama (faith). Republikan cenderung lebih konservative dan keras menentang masalah-masalah aborsi, evolusi dan perkawinan sejenis. Di lain pihak, Demokrat lebih liberal dan fleksibel dalam melihat isu-isu itu.
Nampaknya, isu-isu yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat Amerika, seperti jaminan sosial (social security), resesi ekonomi khususnya dalam bidang property (mortgage) saat ini, tidak terlalu banyak diperbincangkan. Ini sekaligus menampik perkiraan sebagain orang bahwa Amerika adalah negara yang ideal dalam memisahkan agama dari politik. Justeru seharusnya dipahami terbalik, Amerika adalah negara yang bisa dijadikan contoh dalam mengkaitkan agama dan kebijakan politik. Maksud saya, agama dan politik bukan sesuatu yang secara mutlak terpisah. Justeru sebaliknya isu-isu politik penuh dengan isu-isu yang berkaitan dengan keyakinan. Hanya saja, bagaimana menempatkan agama dalam perspektif politik.
Inilah barangkali yang perlu dilihat dari gesekan-gesekan politik akhir-akhir ini di Amerika Serikat. Namun, dari sekian banyak isu yang diperdebatkan selama kampanye pilpres Amerika saat ini, barangkali isu Israel nampaknya menjadi isu konsensus. Mungkin mengejutkan jika saya katakana, banyak politisi Amerika sendiri yang berhati besar mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Amerika sendiri.
Tapi hampir tidak pernah ditemukan ada politisi atau calon presiden Amerika yang berani bersuara keras menentang kebijakan-kebijakan Israel yang melanggar semua etika hubungan internasional maupun etika hubungan antar manusia. Apakah itu bagian dari isu politik dan agama? Apakah dukungan kepada Israel memang sebuah keyakinan yang suci bagi para politisi dan calon presiden Amerika? Allahu a’lam

Read more...

  © Blogger template Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP