12.21.2008

Ibu...........

Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai posting ini. Baik oleh majalah, buku, artikel-artikel bahkan posting di blog. Memang tak ada yang istimewa di cerita kali ini.
Ada sedikit renungan untuk diriku dan pembaca juga... .

Ketika aku baru dalam kandungan,
Dia yang dengan setia mengajakku kemana-mana

Ketika aku lahir,
Dia yang mempertaruhkan nyawanya demi diriku,


Ketika aku berumur lima menit.
Dia yang pertama kali memberiku makanan bergizi

Ketika aku berumur satu hari,
Dia yang pertama kali menina-bobokkanku

Ketika aku berumur tujuh hari,
Dia yang memberi dan memanggilku dengan nama yang baik

Ketika aku menangis di malam hari,
Dia yang menenangkan diriku

Ketika aku buang air di celana,
Dia yang tabah membersihkanku

Ketika aku berumur dua bulan,
Dia yang mengajariku untuk memegang sesuatu

Ketika aku berumur empat bulan,
Dia yang mengenalkanku berbagai hal

Ketika aku berumur enam bulan,
Dia yang mengajariku untuk duduk

Ketika aku berumur tujuh bulan,
Dia yang mulai mengajariku untuk makan

Ketika aku berumur delapan bulan,
Dia yang mengajariku untuk berdiri

Ketika aku berumur sembilan bulan,
Dia yang mengajariku untuk berdiri

Ketika aku berumur sepuluh bulan,
Dia yang mengajariku untuk berjalan

Ketika aku berumur sebelas bulan,
Dia yang mengajariku untuk buang air sendiri

Ketika aku berumur dua belas bulan,
Dia yang mengajariku untuk berbicara

Ketika aku berumur dua tahun,
Dia yang susah payah menyapihku

Ketika aku berumur tiga tahun,
Dia yang mengenalkanku pada lingkungan sosial

Ketika aku berumur empat tahun,
Dia yang selalu mengantarkanku ke TK

Ketika aku berumur empat setengah tahun,
Dia yang selalu menghiburku ketika aku menangis

Ketika aku berumur lima tahun,
Dia yang masih sabar memakaikan pakaianku

Ketika aku berumur enam tahun,
Dia yang telaten mengajariku membaca

Apakah jika dia menyuruh kita,
Kita akan menolaknya?

Apakah jika dia menasehati kita,
Kita akan membantahnya?

Apakah jika dia minta tolong pada kita,
Kita akan mendebatnya?

Mari manfaatkan sisa-sisa usia kita dan usia ibu kita untuk menyayangi ibu kita. Jangan sampai kita menyianyiakannya di dunia ini. Apalagi, jangan sampai hanya menyayanginya ketika dia hanya berupa jasad.
Mari kita sayangi ibu kita! Selamat Hari Ibu!

6 Komentar:

Fariz December 22, 2008 at 6:44 PM  

Hhoooreee,,
Aku yg pertama..
Puisinya keren Bro..!!!
salam kenal juga. . .

GOMBLOH December 24, 2008 at 12:40 PM  

puisi tentang ibu lagi hiks tambah sedih neh

torik December 27, 2008 at 12:40 AM  

Ibu engkau juga yang mendoakanku untuk menjadi anak yang soleh.. namun apakah aku sekarang menjadi anak yang soleh....? Ibu engkau juga yang mengharapakanku untuk menjadi anak yang pintar, apakah aku sudah menjadi anak yang pintar..?

Apipuzi December 27, 2008 at 8:40 PM  

Komentar mas Torik di atas sejak dulu sudah saya pikirkan.....

dan selalu kupertanyakan pada diriku sendiri.....

  © Blogger template Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP