6.17.2008

Ikan Segar

Akhir-akhir ini sedikit sekali ikan yang dapat ditangkap di perairan lepas pantai. Akibatnya nelayan Jepang harus berlayar lebih jauh untuk menangkap ikan. Namun karena ketika sudah sampai daratan ikan itu mati, maka harga jual ikan nge-drop. Akhirnya diakali dengan menggunakan freezer.
Namun harga tetap drop karena orang Jepang lebih suka ikan hidup daripada mati.akhirnya diakali lagi dengan cara ketika melaut para nelayan membawa tangki-tangki besar berisi air. Dan ikan tangkapan diletakkan di sana sehingga ikan tetap hidup. Walaupun begitu, “cita rasa” ikan menurut orang Jepang sudah hilang karena ikannya lemas meski dia hidup.
Akhirnya ada awak yang mengusulkan tangki itu diperbesar dan diberi hiu kecil. Dengan mengorbankan beberapa ikan sebagai “pakan’ hiu, namun ikan-ikan menjadi segar karena terus berenang cepat agar tak dimakan oleh hiu.
“Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa kita masih hidup” tutur seorang filsuf. Memang benar, pasti ada masalah di sela-sela kehidupan. Tantangan dan masalah itulah yang sebenarnya membangun dan mendewasakan kita.
Seorang anak yang dimanja akan menjadi rapuh apabila dilepas oleh orangtuanya ke kehidupan yang sebenarnya. Karyawan yang hanya mengandalkan rutinitas pekerjaan tanpa suatu dinamika akan patah semangat untuk mengembangkan kompetensi lebih jauh.
Apakah kita merasa bahwa kita terlalu berat membawa suatu tantangan? Tak ada tantangan yang terlampau kecil atau terlalu besar untuk dihadapi. Tak ada masalah di luar kemampuan kita karena sudah ditegaskan oleh Sang Khaliq. Dan apabila kita rasa masalah kita terlalu ringan, kita perlu beberapa hiu kecil agar kita menjadi lebih hidup.

0 Komentar:

  © Blogger template Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP