Kunjungi nih website sekolah yang dititipin ke ane : SMK Al Islam Surakarta
Read more...2.26.2014
9.28.2013
Jualan saya di Keranjangpasar.com
Gak usah banyak cerita deh, yang pasti saya mencoba jualan di internet. Namanya juga usaha :D cek aja di http://keranjangpasar.com/ hehe. Disana saya jualan baju batik, baju koko, mukena dan peralatan lainnya. Ayo berkunjung guys! dienak-enakin aja di http://keranjangpasar.com :D
3.31.2009
Melayani dengan Tulus
3.22.2009
Tukang Kayu
2.25.2009
Bill Gates di Akhirat
2.21.2009
Sugesti
2.14.2009
Motivasi dari Pesulap
2.07.2009
Tukang Batu
1.30.2009
Si Indonesia dan Unta
Aku mendapat cerita ini dari teman sekelasku. Dia menganggapnya sebuah cerita humor, namun saya menganggapnya adalah sebuah motivasi untuk dibagi. Begini ceritanya. Seorang warga Indonesia yang sudah bolak-balik Jakarta-Mekkah untuk menunaikan haji, merasa bosan untuk ke Arab Saudi lagi. Tapi karena duit yang melimpah, dia memutuskan ke Arab untuk wisata setelah menunaikan ibadah haji (memang tidak logis).
Sesampai Arab sana, dia menemukan jasa berkeliling pinggiran kota dengan menaiki unta. Merasa tertarik, dia memutuskan untuk mencobanya. Setelah tawar-menawar maka jatuhlah harga pasnya. Si Indonesia itupun berkata ” Bagaimana cara menjalankan unta ini, Pak?” kata si Indonesia dengan bahasa Arab yang kurang lancar tentunya.
”Untuk menjalankannya, cukup membaca ’alhamdulillah’ dan untuk menghentikannya, dengan membaca ’bismillah’! Untuk belok kanan-kiri, cukup gunakan tali kekang kemudi. Gampang kan?!” Setelah itu, orang Indonesia tersebut dibiarkan mengendarai unta itu sendirian.
Tak lupa dia membaca ’alhamdulillah’ untuk membuat unta itu berjalan. Sesaat setelah itu, dia bisa mengendalikan arah unta yang dikendarainya. Namun, unta itu berjalan semakin cepat. Semakin cepat hingga bisa dikatakan unta itu berlari. Si Indonesia tadi mulai panik mengendarai unta tersebut. Puncak kepanikan muncul ketika jurang terlihat di depannya.
Untanya semakin liar tak terkendali dan jurang serasa siap menerimanya. Kecepatan unta tadi sudah di atas normal dan sulit diterima nalar. Kekang kemudi ditariknya kuat-kuat untuk menghentikan unta tersebut. Namun itu malah membuat unta semakin beringas. Si Indonesia itu berpikiran untuk meloncat dari unta namun pasti akan memunculkan luka yang parah karena unta itu terlalu kencang melaju.
Di tengah kepasrahan kepada Allah, si Indonesia tadi teringat cara pemilik unta dalam menghentikan untanya. Yaitu membaca ’bismillah’. Tanpa pikir panjang lagi dia berucap ”Bismillah! Berhentilah kamu, Unta!”. Mak ckiit! Unta itu akhirnya bisa berhenti seketika. Namun seketika itu juga, Si Indonesia berkata ”alhamdulillah, aku akhirnya selamat....” Unta itu langsung berlari dan masuk jurang. Plung!
Entah kita anggap apa cerita di atas tadi, namun cukup memberi kita pelajaran bahwa janganlah kita lengah dan terlena sedikitpun dengan nikmat yang telah berikan. Juga dalam dunia motivasi, janganlah kita menyia-nyiakan suatu kesempatan yang datang pada kita.
Seumpama orang tadi berpikir jernih, tentu dia akan turun dari untanya terlebih dahulu baru mengucapkan alhamdulillah atau bersyukur. Namun cerita ini juga membawa dampak baik, yaitu bersyukurlah setiap saat. Tapi tentu kita harus memperhatikan situasi dan kondisi tentunya.
Semangat baru!!!!!!!
1.01.2009
Friendster versus Facebook
Setelah saya puas menjelek jelekkan Friendster yang saya tuliskan disini, dan mencoba Facebook (walaupun baru saja) saya akan sedikit mengulas antara keduanya. Meski sama-sama situs social network, tapi mereka mempunyai spec sendiri-sendiri!
Untuk form registrasi, Friendster dan Facebook sama-sama ajib dengan memberi kemudahan untuk menjadi member baru. Bila bisa dinilai pada step registrasi, Friendster dan Facebook, keduanya sama sama mengandalkan pada mudahnya pengguna dalam bergabung didalamnya. (Sampai-sampai di Friendster bisa menipu dengan mengisi email palsu. Facebook bisa ga ya?)
Friendster: 1 Facebook: 1
Dalam hal kustomisasi, akan terlihat perbedaan antara Friendster dan Facebook. Pada Friendster, halaman depan sederhana dengan memberi pengkavlingan area yang jelas. Bentuk informasi yang diberikan Friendster ini relatif simpel dan cenderung menggunakan link.
Kita juga dimanjakan dengan CSS editor yang bisa langsung copy-tempel dari situs penyedia sehingga pengguna sangat dimanjakan dengan tampilan Friendster yang menarik.
Facebook, halaman depannya juga memberi bentuk yang sederhana, bahkan cenderung lebih banyak teksnya dibandingkan dengan foto. Ukuran foto yang ditampilkan pun relatif kecil.
Para pengguna, terlebih amatiran, nyaris susah mengganti tampilan bahkan penempatan segmen tampilan. Artinya, pada Facebook, pengguna “dipaksa” mengkonsumsi tampilan default. Memang ada sih yang bisa ganti maksa tampilan default dengan sedikit perubahan. Tentunya bagi orang yang berpengalaman!
Friendster :1 Facebook :0
Dalam Hal Fitur, Friendster bertumpu pada self-profile yang bersenjata utama yaitu apa yang disebut Comments. Dalam friendster, pengguna dapat menampilkan diri mereka dengan luas serta mengunjungi profil teman mereka dan memberi komentar dengan mudah.
Dalam Facebook, mempunyai karakter self-profile, sedikit chatting dan mini-blog. Info mengenai diri kita memang kurang luas. Namun pengguna Facebook dapat melihat dan berinteraksi dengan teman penggunanya yang online. Juga sebagai mini-blog yang bisa menuliskan catatan-catatan seperti blog.
Friendster :0 Facebook :1
Privasi pada sebuah social network adalah hal yang mutlak. Seseorang biasanya enggan memberikan nama aslinya dan cenderung memberikan nama samarannya. Hal ini dimungkinkan karena sistem privasi yang kurang.
Pada Friendster, system privasi profile memang sudah ada, tapi ada beberapa data yang buisa ditampilkan, seperti nama, kota, atau alamat.
Sedangkan pada Facebook, privasi terbilang cukup bagus. Dengan fitur tawaran Privacy setting, memungkinkan user untuk mengeset siapa yang diperbolehkan mengakses informasi pada profile, dan siapa yang tidak. Mungkin hal ini yang menyebabkan banyak public figure yang nyaman memiliki account facebook dengan namanya sendiri.
Friendster: 0 Facebook: 1
Dalam hal Komentar, Bagi yang sudah mempunyai Friendster, sudah familier dengan namanya komentar atau dalam bahasa Friendster disebut testi. Pada bagian ini, Friendster masih dirasa sangat kurang karena tidak bisa menanggapi secara langsung komentar yang dituliskan pengguna lain lain.
Lain halnya dengan Facebook, dengan fitur News Feed dan Live Feed, user bisa melihat aktivitas apa saja yang baru dilakukan oleh seseorang di Facebook, Selain itu, satu komentar bisa dikomentari dengan rapi tanpa mengganggu komentar yang lainnya. Artinya, pemisahan untuk komentar ini cukup bagus.
Friendster :0 Facebook :1
Nilai total:
Friendster :2 Facebook :4
Udah Puas? Pengguna Friendster rela ga? Pengguna Facebook juga jangan puas dulu. karena percaya ga, kalo di Indonesia Friendster itu peringkat 3 situs paling rame! Edan kan! pengguna Facebook akan sedikit kesepian di Indonesia karena cuma peringkat 5. lihat aja di sini!
User Facebook juga boleh bangga kalo situs kesayangannya peringkat 5 situs paling rame! Bandingin dengan Friendster yang hanya urutan 40-an di dunia. lihat saja di sini!
Posting ini hanyalah sebatas penilaian saya pribadi semata. kenyamanan situs social network tergantung user. WOKE?
12.30.2008
Hikmah dari Musa
Tentu kita percaya bahwa memberi kail, jauh lebih mendidik dibandingkan dengan memberi ikan. Ungkapan"Berikan kail, bukan ikan!" Itu jika kita berada dalam posisi sebagai 'sang pemberi'. Seandainya anda diposisi 'yang diberi', tentu pilihan kita menjadi bias dan sedikit gengsi. Saya justru ingin anda menawari opsi lain: diantara sepotong roti dan sepercik api. Mana yang akan anda pilih: roti atau api?
Saya tidak akan mencampuri keputusan anda. Namun, sebelum saya membahas lebih lanjut, tentukan pilihan anda: roti atau api? Itu penting bagi anda, karena dalam sejarah umat manusia; ada seorang Nabi besar yang "berurusan dengan roti dan api". Anda ingat siapa orang itu? Ya, dia adalah Nabi Musa as. Di zaman ketika dia dilahirkan, pembaca bintang meramalkan bahwa Firaun akan dikalahkan oleh bayi laki-laki yang dilahirkan di Bani Israil. Oleh karena itu, Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi lelaki yang lahir. Sedangkan istri Firaun, menemukan bayi yang tampan dan segera menyembunyikannya karena tertarik dan agar tak dibunuh Firaun.
Tentu ketika melihat bayi itu,Firaun memaksa untuk membunuhnya. tapi sang ratu tentu keberatan. Sehingga, akhirnya mereka bersepakat untuk melakukan ujian. Dihadapan sang bayi disediakan dua pilihan; roti dan api (terdengar aneh memang). Jika bayi itu memilih api, maka dia akan diijinkan untuk hidup. Tetapi, jika dia memilih roti, maka dia harus mati! Nah, sekarang perhatikan kembali pilihan anda tadi....
Jan-jane, Ada apa diantara roti dan api? Begini. Roti, adalah barang dengan proses panjnga. Untuk mendapatkan sepotong roti kita harus membutuhkan sekurang-kurangnya seribu orang yang tak kelihatan. Seribu orang? Ada petani yang menanam gandum. Buruh yang menyiangi rumput. Kuli angkut. Sopir truk. Penjual bensin. Pembuat oven. Pedagang loyang. Pertenak telur ayam. Karyawan pabrikgula, penjual eceran, de-el-el . mereka adalah orang yang berperan dalam pembuatan roti hingga ke mulut anda.
Ini adalah bukti bahwa untuk sepotong roti yang kita nikmati, kita bergantung pada ribuan orang. Tetapi, mengapa Allah memberi pertanda melalui roti dan api? Roti, tiada lain adalah isyarat kenikmatan. Sehingga, Musa yang masih bayi itu mengajarkan kepada kita sebuah moral bahwa semua kenikmatan dan pencapaian hidup yang kita dapatkan – tidak ada yang terlepas dari kontribusi orang lain. Allah melalui bayi Musa mengajarkan itu!
Roti juga adalah simbol dari kemakmuran dan kekayaan. mari kita perhatikan apakah ada satu rupiah saja dari harta yang kita miliki itu diperoleh tanpa peran orang lain? Pasti tidak ada. Harta kita, semuanya didapatkan atas jasa dan bantuan serta kontribusi orang lain. Oleh karena itu, orang kaya yang sombong tak ubahnya seperti manusia pandir yang tidak menuruti ajaran Rasulullah. Roti adalah jabatan. Bisakah ktia mendapatkan jabatan itu tanpa dukungan dan bantuan serta kontribusi orang lain? Jika anda pejabat perusahaan. Supervisor, Manager, Direktur, atau CEO sekalipun. Bisakah anda mendapatkan jabatan itu tanpa orang lain? Tunjukkan kepada dunia satu orang saja manusia dimuka bumi ini yang memiliki jabatan tinggi dengan hasil yang diusahakannya sendiri (jika itu ada).
Api, adalah salah satu energi murni di alam. Artinya, alam menyediakan api tanpa campur tangan manusia sekalipun. Mengapa Musai yang masih bayi itu memilih api? Ternyata, itu merupakan makna simbolik penuh arti. Seolah melalui Sang Nabi, Allah hendak menyampaikan sebuah wahyu. Seperti yang dirangkum didalam dua aspek berikut ini:
Pertama, mari kita hindari roti. Perhatikan, dijaman ini; orang-orang sibuk berebut sepotong roti. Berlomba rebutan harta sabetan. bersaing meraih simpati untuk mendapatkan kekuasaan. Sikut-sikutan untuk memperoleh jabatan di perusahaan. Sikut kiri. Tonjok kanan. Injak bawah, tendang depan, sundul atas. Mari hindari "roti" diatas!
Kedua, memilih api. Milikilah unsur api yang murni. Karena api adalah simbol dari daya hidup yang membara dan semangat mengelora. Biarkan api itu memberi sinar bagi dirimu. . Ketika memilih api, Sekarang, perhatikan kembali pilihan anda tadi. Jika anda memilih roti, anda benar. Dengan roti itu anda akan menjadi kenyang. Yang perlu kita lakukan adalah; hendaknya anda selalu ingat bahwa ada ribuan orang yang tidak anda kenal telah memberikan kontribusinya, kepada sepotong roti yang anda miliki. Kepada kekayaan anda. Kepada kedudukan anda. Dan berbuat baiklah dengan roti yang anda miliki itu. Janganlah kita mengkhianatinya dengan bertindak sewenang-wenang.
Jika anda memilih api. Tetapkanlah hati anda dengan pilihan itu. Karena, meskipun anda tidak kekenyangan; namun anda mempunyai cahaya yang bisa menjadi penerang dan punya semangat menggelora. Sehingga, terang anda; bisa menjadi petunjuk bagi para pemilik roti, dan pengembara serta para pencari cahaya. Karena, ketika anda memilih api; sesungguhnya anda telah dipilih Allah, untuk menjadi pembawa terang. Nyaris seperti Allah telah memilih Musa, untuk membawa umatnya menuju pencerahan.
12.21.2008
Ibu...........
Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai posting ini. Baik oleh majalah, buku, artikel-artikel bahkan posting di blog. Memang tak ada yang istimewa di cerita kali ini.
Ada sedikit renungan untuk diriku dan pembaca juga... .
Ketika aku baru dalam kandungan,
Dia yang dengan setia mengajakku kemana-mana
Ketika aku lahir,
Dia yang mempertaruhkan nyawanya demi diriku,
Ketika aku berumur lima menit.
Dia yang pertama kali memberiku makanan bergizi
Ketika aku berumur satu hari,
Dia yang pertama kali menina-bobokkanku
Ketika aku berumur tujuh hari,
Dia yang memberi dan memanggilku dengan nama yang baik
Ketika aku menangis di malam hari,
Dia yang menenangkan diriku
Ketika aku buang air di celana,
Dia yang tabah membersihkanku
Ketika aku berumur dua bulan,
Dia yang mengajariku untuk memegang sesuatu
Ketika aku berumur empat bulan,
Dia yang mengenalkanku berbagai hal
Ketika aku berumur enam bulan,
Dia yang mengajariku untuk duduk
Ketika aku berumur tujuh bulan,
Dia yang mulai mengajariku untuk makan
Ketika aku berumur delapan bulan,
Dia yang mengajariku untuk berdiri
Ketika aku berumur sembilan bulan,
Dia yang mengajariku untuk berdiri
Ketika aku berumur sepuluh bulan,
Dia yang mengajariku untuk berjalan
Ketika aku berumur sebelas bulan,
Dia yang mengajariku untuk buang air sendiri
Ketika aku berumur dua belas bulan,
Dia yang mengajariku untuk berbicara
Ketika aku berumur dua tahun,
Dia yang susah payah menyapihku
Ketika aku berumur tiga tahun,
Dia yang mengenalkanku pada lingkungan sosial
Ketika aku berumur empat tahun,
Dia yang selalu mengantarkanku ke TK
Ketika aku berumur empat setengah tahun,
Dia yang selalu menghiburku ketika aku menangis
Ketika aku berumur lima tahun,
Dia yang masih sabar memakaikan pakaianku
Ketika aku berumur enam tahun,
Dia yang telaten mengajariku membaca
Apakah jika dia menyuruh kita,
Kita akan menolaknya?
Apakah jika dia menasehati kita,
Kita akan membantahnya?
Apakah jika dia minta tolong pada kita,
Kita akan mendebatnya?
Mari manfaatkan sisa-sisa usia kita dan usia ibu kita untuk menyayangi ibu kita. Jangan sampai kita menyianyiakannya di dunia ini. Apalagi, jangan sampai hanya menyayanginya ketika dia hanya berupa jasad.
Mari kita sayangi ibu kita! Selamat Hari Ibu!
12.19.2008
7500 Rupiah
Syafi’i, seorang manajer cabang suatu bank syariah di Jakarta menatap angka-angka di komputernya dengan cermat. Sejak rekening donasi untuk korban banjir di Jakarta dibuka Desember 2005 lalu, sumbangan berdatangan dari berbagai kalangan. Televisi berulangkali menayangkan nasib naas para korban yang tinggal di tempat pengungsian dalam kondisi seadanya, rumah-rumah tersapu arus, orang-orang yang kesusahan, serta tangisan para anak-anak. Sebagai orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pengumpulan dana, Syafi’i rutin memeriksa dana yang masuk di rekening.
Transferan donasi masuk bervariasi jumlahnya. Dari 30 juta, 1 juta, 800 ribu, 10 juta, 300, hingga 100 ribu. Syafi’i terus mengecek uang yang masuk, hingga tiba-tiba matanya terhenyak pada angka Rp 7500. Tujuh ribu lima ratus rupiah? Ia penasaran dan mulai membandingkan dengan jumlah lainnya. Tak ada donasi lain yang masuk sekecil itu. Satu kardus mie instan saja tak cukup.
Diamatinya kembali angka Rp 7500. Uang itu dikirim atas nama Hamzah beralamat Malang, melalui transfer bank daerah setempat. Syafi’i ingin menuntaskan rasa ingin tahunya. Kenapa donatur tersebut hanya menyumbang Rp7500, tidak kurang dan tidak lebih. Ia putuskan menelepon bank daerah pengirim uang tersebut.
Hamzah, siswa kelas 3 SD sedang menonton kartun anak-anak saat breaking news seputar banjir Jakarta disiarkan. Tayangan itu menampilkan anak-anak seusianya mengungsi di kelurahan dan masjid, ibu yang digendong oleh para relawan ke perahu karet, penduduk yang memilih bertahan di atap rumah, bapak-bapak yang menjaga hartanya dari penjarah.
Mata Hamzah berkaca-kaca dan terharu menatap gambar di layar kaca tersebut. Saat breaking news diakhiri dengan informasi ‘bagi anda yang ingin membantu korban banjir dapat menyalurkannya melalui melalui rekening no. XX, Bank XX’, sebuah ide terbetik dipikirannya.
Hamzah bergegas ke kamar, menyodok-nyodok celengan yang ia simpan di bawah kolong tempat tidur. Setelah ketemu, ia bobol celengan tersebut. Jumlah tabungannya Rp 12.500. Ia kemudian pamit pada mamanya untuk pergi sebentar.
Keluar dari halaman rumah, Hamzah menyeberangi jalan raya. Berlari masuk ke sebuah bank yang tak jauh dari rumahnya.
“Tante, aku mau ikut nyumbang buat korban banjir di Jakarta,” ujar Hamzah di depan kasir. Ia serahkan seluruh tabungannya serta alamat pengiriman uang.
“Adik, kalau mau transfer ada biayanya. Lima ribu rupiah,” kata kasir menjelaskan.
“Nggak bisa semuanya Tante?” tanya Hamzah.
“Nggak, cuma bisa ditransfer Rp 7.500,” jawab kasir.
“Ya udah deh, Tante, kirimin aja. Makasih Tante,” ujar Hamzah meninggalkan bank.
Syafi’i mendengarkan kisah Hamzah dari kasir bank lokal tersebut dengan takjub. Ia ingin berbicara langsung dengan Hamzah, sang donatur cilik berjiwa sosial. Dari bank tersebut, Syafi’i mendapatkan nomor telepon rumah Hamzah.
Syafi’i memutar nomor telepon yang dicatatnya.
“Tutttttt......tutttttt”. Dalam dua kali nada panjang, telepon itu diangkat oleh seseorang di rumah Hamzah. “Assalamualaikum. Saya Syafi’i dari bank XX Jakarta,” Syafi’i memperkenalkan diri. “Bank kami menerima donasi untuk korban banjir Jakarta sebesar Rp 7500 atas nama Hamzah. Bisa bicara dengan Hamzah?”
“Bapak tidak bisa bertemu Hamzah,” suara serak bercampur tangis menjawab. Saat bersamaan, lelaki penerima telepon itu, ayah Hamzah, sedang membopong mayat anaknya yang bersimbah darah untuk dimandikan. Hamzah ditabrak saat melintasi jalan raya menuju rumahnya, sesaat setelah keluar dari bank.
Syafi’i mendengarkan semuanya dengan pilu. Tujuh ribu lima ratus rupiah bukanlah hitungan matematis yang menunjukkan besar atau kecilnya jumlah uang. Jumlah itu mengajarkan empati seorang anak kecil terhadap orang lain yang ditimpa musibah. Menggugah dan mengilik hati putihnya untuk berbuat sesuatu tanpa peduli ukuran besar atau kecil. Yang terpenting membantu dengan ikhlas.
Tujuh ribu lima ratus rupiah membawa Hamzah bertemu langsung dengan Khaliq-nya.
*Cerita nyata ini dikisahkan oleh seorang guru saya
12.15.2008
Gajah
Aku mendapat ide tulisan ini 3 tahun yang lalu ketika aku mengunjungi kebun binatang Kota Solo, yaitu Jurug. Terlepas sekarang Jurug terkena masalah yang rumit, saya takkan membahasnya disini.
Saat itu aku melihat gajah yang cukup besar. Sudah bisa dikatakan dewasa. Aku melihat gajah itu cukup kuat walaupun pergerakannya sangat lemah. Setelah melihat makanannya, tahinya, dan posturnya, aku tertarik pada tali kekang gajah tersebut.
Tali kekang gajah sangat kecil diameternya. Diameternya seperti tali pramuka walaupun bahannya berbeda. Yang semakin membuatku heran, teli tersebut ditambatkan pada sebuah pohon kecil setinggi 2,5 meter. Yang membuatku tak habis pikir, mengapa gajah itu tidak menyentakkan talinya dan bisa terlepas dari kekangnya.
Padahal bila kuperkirakan, gajah itu cukup kuat untuk lepas dari pohonnya. Pohonnya kecil, talinya tipis serta gajahnya kuat.
Setelah aku pikir-pikir, mungkin gajah itu sejak kecil sudah ditali seperti itu. Memang dulu waktu kecil sempat meronta-ronta ketika ditali pada pohon namun tidak kuat karena badannya kecil. Setelah mencoba berkali-kali dan selalu gagal, dia tidak mau mencoba lagi sampai dewasa, walaupun pada saat dewasa dia kuat melakukannya. Dia tak mau mengulanginya ketika dewasa karena menganggap perbuatannya akan gagal lagi.
Manusia dibandingkan dengan gajah? Jangan dibandingkan karena tentu unggul manusia. Gajah seperti cuplikan tadi mengalami suatu kegagalan dan mendapatkan sebuah trauma. Karena pada saat kecil pernah mencobanya namun gagal. Akibat trauma itu dia tak mau mengulanginya sampai kapanpun.Gajah dewasa itu masih berpikir dia akan gagal menyentakkan tali berdasarkan pengalaman di waktu kecil.
Di kehidupan seperti ini, masih ditemukan manusia seperti gajah diatas. Kuat melakukan sesuatu namun pernah gagal dan takut mengulanginya. Padahal seperti yang kita ketahui, bahwa kegagalan adalah awal kesuksesan, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kegagalan adalah pemicu kesuksesan dan lain-lain.
Kita takut mencoba sesuatu karena kita pernah mengalami kegagalan. Kita takut untuk mengalami kegagalan lagi. Dan kita pesimis akan tindakan di masa depan kita
Janganlah kita terpancang pada kegagalan masa lalu kita. Namun jadikan masa lalu yang gagal menjadi masa depan yang bersinar. OK?
12.13.2008
Ciuman Misterius
Dalam sebuah kereta jurusan Bandung-Jakarta, seorang manajer tampan bersama staf mudanya datang menempati tempat duduk yang tersisa. Kebetulan tempat duduk yang tersisa adalah di depan seorang gadis cantik dan neneknya. (posisi tempat duduknya saling berhadapan). Tiba-tiba lampu dalam gebong mati sehingga malam terlihat lebih pekat. Di tengah pekat nan sunyi itu terdengar suara cukup kentara, yakni sebuah ciuman dan tamparan.
Orang-orang tersebut menginterpretasikan kejadian tersebut sesuai pemikiran masing-masing. “Saya tersanjung manajer tampan ini mencium saya, namun saya malu karena nenek menamparnya” pikir gadis cantik tersebut. Nenek gadis itu berpikir, “lancang sekali anak muda ini, namun saya bangga karena cucuku memiliki keberanian untuk menamparnya”
Sedangkan manajer berpikir, “staf saya sungguh berani untuk mencium gadis yang tak dikenalnya. Namun kenapa gadis itu keliru menampar saya?”. Hanya staf muda yang tahu kejadian pastinya. Dia mencium gadis cantik itu dan seketika menampar manajernya.
Dalam memanfaatkan kesempatan, manusia dibagi menjadi dua, yaitu opportunist dan adventurer. Seorang oportunis adalah penakut dan hanya menunggu kesempatan yang tepat untuk bertindak. Seorang oportunis adalah orang penakut dan suka mengorbankan oranglain untuk mencapai popularitas diri. Suatu contoh opportunist sejati adalah ketika dia melihat tabrakan di jalan, opportunist tersebut melihat kesempatan dan menjarah semua barang milik korban tabrakan.
Sedangkan adventurer adalah bukan hanya orang yang menunggu kesempatan yang tepat. Namun dia yang menjadikan keadaan menjadi kesempatan yang tepat. Adventurer cenderung inovatif dan risk taker. Walaupun bersifat risk taker, dia enggan mengorbankan orang lain. Tipe inilah yang dibutuhkan di zaman teknologi dan informasi ini.
Dah dulu. Ngantuk aku. Salam untuk keluarga yo!
12.08.2008
Inikah Masjidil Aqsa yang anda kenal?
Inikah Masjidil Aqsa yang anda kenal? Jika anda menjawab "Ya!", maka anda perlu membaca postingan ini lebih jauh!
Yang anda lihat pada gambar di atas adalah Dome of the Rock. Nama lainnya adalah Quba as-Sakhrakh. Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid, sebaliknya, merupakan sebuah kompleks yang terdapatnya sebuah batu besar yang dikatakan tempat Nabi Muhammad saw berdiri ketika peristiwa Isra dan Mi'raj. Quba As-Sakhrah terletak di Baitulmuqaddis di kawasan Al Haram Al Sharif.
Quba As-Sakhrakh ini dibangun oleh khalifah terbesar Bani Umayyah, yaitu Abdul Malik bin Marwan
Quba As-Sakhrah bukanlah Masjid Al-Aqsa karena Masjid Al-Aqsa terletak tidak jauh daripada bangunan ini. Ini perbandingan letak keduanya!
Quba Al-Sakhrah seringkali disalahartikan sebagai Masjid Omar yang merupakan tempat Sayyidina Umar Al-Khatab bershalat ketika tiba di Baitulmuqaddis.
Sedangkan gambar dari Masjidil Aqsa adalah ini!
Inilah Masjidil Aqsa yang sesungguhnya! Masjid di mana Nabi Muhammad melakukan shalat sunnah ketika akan melakukan Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Masjid yang pernah menjadi kiblat shalat umat Islam. Dan masjid yang pernah menjadi tempat shalat Amirul Mukminin Umar bin Khattab ketika membuka Palestina.
Tujuan utama dari posting ini adalah, hendaknya kita tahu mana Masjidil Aqsa yang asli. Israel sengaja menampilkan opini publik bahwa Masjidil Aqsa adalah Dome of the Rock. Sehingga kita menganggap bahwa Dome of the Rock adalah Masjidil Aqsa. Itu tentu akan memudahkan langkah Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsa karena mengendurnya tekanan akibat pemberitaan itu.
SAVE PALESTINA
11.29.2008
Hibernasi Dulu
Akhirnya perjuangan nge-blogku selama berbulan-bulan harus istirahat juga. Bukan karena jenuh atau bosan. Tapi oleh hal yang tak bisa dihindari oleh siswa sekolah. Yaitu Ujian Semester!
Memang kalo dilihat sepintas memang tidak masalah. Tapi saya ga mau internet rumah diputus karena nilaiku njeblok. Menang saya mengaku kalo saya bukan anak jenius yang pandai Fisika, matematika atau kimia.
Saya sudah kapok tiap ujian pasti ada remidi. Makanya saya istirahat dululah gak pegang internet sebulan. Ujian Semesteranku ga sampai sebulan sih. Cuma kira-kira dua minggu saja. Tapi aku dah memperkirakan kemungkinan terburuk, yaitu remidi. Sehingga aku perkirakan desember full dengan soal-soal yang menyebalkan! Memang berat sih ngga nge-post, ga reply,dsb...
Semoga dengan hibernasi dari internet ini bisa membuatku lebih berkonsentrasi pada Ujian dan semoga lulus tanpa ada remidi!
Dan sangat terpaksa aku ga bisa blogwalking atau berkunjung ke blog teman-teman. Kalo ada pesan atau apa, teman-teman bisa titip di shoutbox, Insya Allah saya akan berkunjung balik atau balas temen-temen!
Tak Lupa minta doa semoga aku lolos Ujian Semester!
11.24.2008
Award Pertama Nih!
Waah akhirnya dapat Award juga nih! Award sekaligus PR ini berasal dari Anak Muda. Hmmm.....
- Put the logo on your blog
- Add a link to the person who awarded you
- Nominate at least 7 other blogs
- Add links to those blogs on yours
- Leave a message for your nominees on their
1. Ini ada sedikit kejadian (ga lucu memang). Yaitu ketika ibu saya menerima SMS dari temannya. Karena ibuku (maaf ya bu) ga jelas baca karena ga pake kacamata, ibuku menyuruhku untuk membaca SMSnya. Setelah kubaca, seketika kusampaikan pada ibuku:"Innalillahi, Bu.... Pak Muhsan meninggal dunia". Seketika ibuku kaget karena mendengar rekan kerjanya meninggal. "Padahal tadi sehat, semangat, ceria dan sempat akan main tenis!". Ibuku langsung mengontak dan memberi tahu teman-teman lainnya tentang berita duka keluarga Pak Muhsan.
Seperempat jam yang diisi dengan menelepon temannya diakhiri dengan mendampratku: "Woi.... yang meninggal itu ibunya pak Muhsan, bukan pak Muhsan! tiwas aku kaget! Aku dikabari Pak Ri (teman ibuku lainnya)". Setelah kucek SMS-nya, ternyata aku salah baca!
2. Tujuan utama saya nge-blog? ya senang-senang lah tentunya! Saya ini masih SMA dan masih suka main-main. Namun saya bukan membuat blog ini dengan main-main lho! Kalo untuk bisnis, saya ga sempat karena adsense ga bisa diandalkan (ada usul lain?). Selain itu saya ingin membuka mata pikiran dan bertukar pengalaman
Thanx Anak Muda karena telah memberikan saya semangat baru untuk menulis! Keep Spirit!
Selanjutnya Apipuzi teruskan Award ini pada :
1. Allam
2. Analogikan
3. Manusia Biasa
4. Fivelements
5. Aels
6. Qori
7. Welly
PRnya yaitu Menceritakan Pengalaman paling gokil dan Tujuan Utaman Nge-BLOG! GOOD LUCK! Read more...
Akhirnya PRnya kukerjakan (molooor)
Waah………… Mas Anthonyharman ini aneh-aneh juga ngasih PR yang aneh juga. Walaupun sempat males juga akhirnya PR ini kukerjakan juga.
Apipuzi. Nama yang aneh banget. Pastinya para blogger baru pertama kali denger kata itu ketika melihat blog saya. Aku mengambil nama apipuzi karena ini adalah pilihan lain dan istilahnya “terpaksa”. Ketika aku iseng-iseng mulai blogging, aku sering-berganti-ganti nama dan akhirnya kupilih nama Apipuzi.
Apipuzi bahkan tak berarti apa-apa. Dilihat pada kamus bahasa manapun apipuzi bahkan tidak ada. Aku mengambil nama Apipuzi dari namaku Afif Fauzi yang biasa disingkat Apipuzi. Bagi banyak orang, nama adalah sebuah do’a. Dan aku berharap blog Apipuzi ini dapat mencerminkan diriku yang sesungguhnya.
Selain itu… Nama apipuzi biar satu-satunya di dunia ini. Cobalah ketik keyword di google berupa “apipuzi”, maka cuma blogku aja yang keluar karena ga ada saingannya. Hahaha…..
Berhubung saya sering nonton film action dan superhero, aku pernah denger kata-kata “this is our momentum” yang ditampilkan di header blogku itu dapat diartikan secara berlepotan adalah “inilah laju kepesatan kita”. Aku lupa pernah denger kata-kata ini dimana….
Mau forword ini males juga… tapi karena tuntutan PR ya gimana maka akhirnya akhirnya aku terpaksa memberi PR pada :
1. Luthfi
2. Soezack
3. Arrifai
Udah cukup aja deh.... maaf ya mas anthony, ngerjakannya terlambat!
PRnya sama, yaitu menjelaskan asal dan arti dari judul blognya! GOOD LUCK!
11.22.2008
Presiden Indonesia
kata-kata ini Gus Dur katakan dalam suatu acara TV:
BUNG KARNO = disukai perempuan
PAK HARTO = ditaklukkan perempuan
PAK HABIBIE = disangka perempuan
GUS DUR = digandeng perempuan
BUNG KARNO = bukan militer, tapi penampilan militer.
PAK HARTO = bekas militer, mengembangkan tradisi militer
PAK HABIBIE = dekat militer, dilindungi militer
GUS DUR = bukan militer, tapi punya militer swasta(Banser NU)
BUNG KARNO = KKN (Kanan Kiri Nona)
PAK HARTO = KKN (Kanan Kiri Nyolong)
PAK HABIBIE = KKN (Kanan Kiri Nonjok)
GUS DUR = KKN (Kanan Kiri Nuntun)
BUNG KARNO = memancing wanita
PAK HARTO = memancing ikan
PAK HABIBIE = memancing amarah mahasiswa
GUS DUR = memancing tawa siapa saja
BUNG KARNO = dimanfaatkan komunis
PAK HARTO = dimanfaatkan putera-puterinya
PAK HABIBIE = dimanfaatkan konco-konconya
GUS DUR = dimanfaatkan tukang pijatnya
BUNG KARNO = bingung memilih perempuan.
PAK HARTO = tidak pernah bingung
PAK HABIBIE = berpemampilan seperti orang bingung
GUS DUR = suka membuat bingung orang lain
BUNG KARNO = turun dari presiden karena sudah tua.
PAK HARTO = turun dari presiden karena sudah menyiapkan pengganti
PAK HABIBIE = turun dari presiden karena didemo mahasiswa
GUS DUR = tidak mau turun
BUNG KARNO = menciptakan keamanan dan persatuan bangsa
PAK HARTO = menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
PAK HABIBIE = menciptakan demontrasi dan perpecahan bangsa
GUS DUR = menciptakan partai kebangkitan bangsa
BUNG KARNO = jarang sekali jalan-jalan
PAK HARTO = suka jalan-jalan
PAK HABIBIE = bisa jalankan pesawat
GUS DUR = sudah jalan susah, suka jalan-jalan ke Luar Negeri
BUNG KARNO = dapat ilmu dari pengalaman
PAK HARTO = dapat ilmu dari SD
PAK HABIBIE = dapat ilmu dari Jerman
GUS DUR = dapat ilmu dari langit
BUNG KARNO = prinsipnya : Merdeka atau Mati
PAK HARTO = prinsipnya : Lebih baik sakit dari pada dipenjara
PAK HABIBIE = prinsipnya : kemajuan dengan penguasaan teknologi
GUS DUR = prinsipnya : begitu saja koq repot.....
BUNG KARNO = gila perempuan
PAK HARTO = gila harta
PAK HABIBIE = gila ilmu
GUS DUR = gila beneran
Aku dah siap-siap bicara badan bicara beginian! Semoga pemerintah ga nge-block ato nge-banned blog tercintaku ini.
Seumpama terpaksa di ban, aku cuma forward dari Allam
hahahahaha


